Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Zakat Profesi/Penghasilan

KETENTUAN DAN TATA CARA PENGHITUNGAN ZAKAT PROFESI/PENGHASILAN

Zakat profesi/penghasilan adalah zakat yang dikenakan atas penghasilan atau pendapatan yang diperoleh oleh seseorang sebagai imbalan atas pekerjaan yang ia usahakan, secara sendiri maupun secara bersama-sama.Kewajiban zakat profesi/penghasilan didasarkan pada keumuman maknamaal/amwal (harta) yang terdapat di dalam ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW terkait zakat, seperti yang terdapat dalam QS. At-Taubah: 103 dan QS. Adz-Dzariyat: 19.Ketentuan mengenai wajib zakat atas gaji dan penghasilan telah ditetapkan dalam Muktamar Internasional I tentang Zakat di Kuwait, pada tanggal 29 Rajab 1404/30 April 1984 dan dalam Sidang Komisi Fatwa MUI di Padangpanjang pada bulan Januari 2009.Ketentuan mengenai zakat profesi/penghasilan di Indonesia mengacu pada UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 4 ayat 2 huruf h (Pendapatan dan Jasa) dan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 52 tahun 2014 tentang Syariat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif.Dalam penentuan penghitungan nishab dan kadar zakat profesi/penghasilan, terdapat tiga pendekatan: (1) dianalogikan pada zakat emas-perak dan perdagangan, (2) dianalogikan pada zakat pertanian, dan (3) dianalogikan pada dua hal sekaligus (qiyas syabah), yaitu nishab pada zakat pertanian dan kadar pada zakat emas dan perak.Berdasarkan kaidah fiqh حُكْم الحاكِمِ فِي مَسَائلِ الاجْتِهَادِ يَرْفع الْخِلافَ (keputusan pemerintah menghilangkan perbedaan pada persoalan ijtihad) maka ketentuan penghitungan zakat profesi/penghasilan yang digunakan di Indonesia didasarkan pada Pasal 26 Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 52 tahun 2014 tentang Syariat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif. Pada pasal tersebut, analogi yang digunakan adalahqiyas syabah, dimana standar nishab ditetapkan sebesar 524 kg beras (5 ausaq) dan kadar zakat ditetapkan sebesar 2,5 persen.Adapun ketentuan harga beras standar tahun 2017 yang menjadi dasar penentuan nishab, telah ditetapkan sebesar Rp10.000,00/kg (sepuluh ribu rupiah per kilogram) berdasarkan Rapat Pleno Anggota BAZNAS tanggal 2 Mei 2017. Dengan demikian, setiap penghasilan yang melebihi Rp5.240.000,00/bulan (lima juta dua ratus empat puluh ribu rupiah per bulan) wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen.

Source: http://puskasbaznas.com/publications/officialnews/425-ketentuan-dan-tata-cara-penghitungan-zakat-profesi-penghasilan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s